Di tangan aku masih memegang mawar yang membeku,
daunya mulai layu, berhenti tumbuh,
tapi duri masih mencabik cabik lukaku.
Anggur cinta, begitu manis,
tapi pahit untuk menyesali.
Saat matahari terbenam aku bertemu ketakutan.
Sebelum mata menemukan harapan,
Kabut gelap lembut malam, rakus memakan semua.
Dalam keheningan malam aku kehilangan diriku sendiri,
membuat aku mabuk dengan suara manis.
Dalam mabuk kesendirian
Aku takut alam serius tidak lebih dari kematian
Tidak ada keluhan dari bibirku saat aku minum anggur pahit
Hatiku tidak akan sakit
karena aku tahu semua mungkin berakhir
Hanya aku dan puisi malam
Sekarang selamanya satu ....
Keheningan bermain begitu indah untuku ...
Related Article:
