Senin, 27 Mei 2013

Melukis Doa Terakhir untuk akhir

Seperti debu larut dalam air
Terlalu dalam, terlalu dingin
Terlalu gelap......
Aku melukis tiruan pucat kebahagiaan
Dengan kuas lemah.......
Melewati keinginan.......
Sementara semuanya menghilang
Aku menemukan penghiburan dalam bukit pucat
Aku nyaman melihat pohon-pohon
Menari-nari untuk kesendirianku
Aku telah ditetapkan disini tanpa menoleh kebelakang
Seperti anak kecil meminta-minta belas kasihan
Aku memejamkan mata dan menyimpan
doa terakhir
Untuk akhir yang tidak pernah berakhir


Related Article:

0 komentar:


 

Super Translator

Msg Tittle

Chat

Copyright 2010 Share Our Pain. All rights reserved.
Themes by Bonard Alfin l Home Recording l Blogger Template